Serangan jantung usia muda kini menjadi masalah kesehatan yang semakin banyak ditemui. Meskipun sering dikaitkan dengan orang yang lebih tua, serangan jantung dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada orang yang masih muda. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab serangan jantung usia muda dan bagaimana cara mencegahnya. Artikel ini akan membahas penyebab serangan jantung, gejalanya, serta cara pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari risiko serangan jantung usia muda.
Kenapa Serangan Jantung?
Serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju jantung terhenti secara mendadak, biasanya akibat penyumbatan di pembuluh darah arteri jantung (arteri koroner). Penyumbatan ini dapat disebabkan oleh penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lainnya yang membentuk plak. Jika plak ini pecah, gumpalan darah dapat terbentuk dan menghentikan aliran darah, yang menyebabkan kerusakan pada otot jantung. Dalam istilah medis, serangan jantung dikenal sebagai infark miokardial.
Jenis-Jenis Serangan Jantung Usia Muda
Serangan jantung usia musa bisa dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan temuan pada elektrokardiogram (EKG), yaitu:
1. ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI)
Terjadi ketika pembuluh darah arteri jantung yang besar tersumbat sepenuhnya. Kondisi ini sering terjadi pada serangan jantung akut.
2. Non-ST Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI)
Merupakan serangan jantung yang disebabkan oleh penyumbatan parsial pada pembuluh darah arteri jantung. Meskipun lebih ringan, beberapa kasus NSTEMI bisa juga mengarah pada penyumbatan total.
Penyebab Serangan Jantung Usia Muda
Serangan jantung pada usia muda bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Penyakit arteri koroner (CAD) adalah penyebab utama serangan jantung, di mana pembuluh darah jantung menjadi sempit dan aliran darah terganggu. Selain itu, kejang pada arteri koroner juga dapat menjadi penyebab serangan jantung pada orang muda.
Berikut adalah beberapa penyebab dan faktor risiko serangan jantung usia muda yang perlu diwaspadai:
1. Penyakit Arteri Koroner (CAD)
Penyakit ini dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah jantung, sehingga mengganggu aliran darah yang normal.
2. Kejang Arteri Koroner
Kondisi ini jarang terjadi, namun dapat memicu serangan jantung meskipun tanpa adanya penyakit jantung yang berat.
3. Diseksi Arteri Koroner Spontan
Merupakan kondisi langka di mana arteri koroner robek dan menyebabkan gangguan aliran darah.
4. Penyalahgunaan Obat-Obatan Terlarang
Penggunaan narkoba, seperti kokain, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung.
5. Hipoksia
Ketika tubuh kekurangan oksigen, misalnya pada kondisi gawat darurat atau kecelakaan, bisa memicu terjadinya serangan jantung.
Baca juga: Sindrom Brugada: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan untuk Mencegah Kematian Jantung Mendadak
Faktor Risiko Serangan Jantung Usia Muda
- Merokok
- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol tinggi
- Obesitas
- Diabetes
- Riwayat keluarga dengan serangan jantung
- Kurang olahraga
- Stres berlebihan
Tanda-Tanda Serangan Jantung
Serangan jantung dapat terjadi tiba-tiba dan tanpa peringatan, meskipun tubuh sering memberikan tanda-tanda awal. Berikut adalah beberapa tanda serangan jantung yang perlu diperhatikan:
1. Nyeri Dada
Rasa sakit atau tekanan pada dada yang bisa terasa sangat berat atau sesak.
2. Pusing atau Pingsan
Kepala terasa ringan atau bahkan kehilangan kesadaran.
3. Nyeri pada Punggung, Rahang, Leher, atau Lengan
Seringkali nyeri ini menjalar ke daerah tubuh lainnya.
4. Sesak Napas
Terasa sulit bernapas atau napas terasa pendek.
5. Keringat Dingin dan Mual
Banyak orang yang mengalami mual atau keringat berlebih sebelum serangan jantung.
Diagnosis Serangan Jantung
Untuk mendiagnosis serangan jantung, beberapa pemeriksaan berikut bisa dilakukan:
1. Elektrokardiogram (EKG)
Untuk memeriksa kelainan irama jantung dan melihat adanya kerusakan pada jantung.
Baca juga: Mengenal Fungsi dan Prosedur Penggunaan Elektrokardiogram
2. Tes Darah
Untuk mendeteksi kerusakan jaringan jantung.
3. Angiografi Koroner
Untuk mengidentifikasi lokasi dan tingkat penyumbatan pembuluh darah.
4. Ekokardiografi
Pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi jantung.
Pengobatan Serangan Jantung Usia Muda
Penanganan serangan jantung usia muda harus segera dilakukan agar aliran darah ke jantung bisa kembali normal. Beberapa prosedur pengobatan yang umum dilakukan adalah:
1. Angioplasti Koroner
Prosedur ini bertujuan membuka pembuluh darah yang tersumbat menggunakan balon.
2. Operasi Bypass Jantung
Jika angioplasti tidak memungkinkan, bypass jantung bisa dilakukan untuk membuat saluran baru agar darah dapat mengalir ke jantung.
3. Obat-obatan
Obat-obatan seperti aspirin, nitrogliserin, dan trombolitik dapat diberikan untuk mengurangi risiko kerusakan jantung lebih lanjut.
Pencegahan Serangan Jantung Usia Muda
Pencegahan serangan jantung usia muda sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
1. Menerapkan Pola Makan Sehat
Menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol untuk mencegah penumpukan plak di pembuluh darah.
2. Berhenti Merokok
Merokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang meningkatkan risiko serangan jantung.
3. Menjaga Tekanan Darah Normal
Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung.
4. Rutin Berolahraga
Olahraga teratur membantu menjaga berat badan ideal dan kesehatan jantung.
5. Mengelola Stres
Stres berlebihan bisa memicu peningkatan tekanan darah dan meningkatkan risiko serangan jantung.
Baca juga: Rekomendasi Dokter Spesialis Jantung: dr. Kitti Nakjuntuk
Serangan jantung usia muda dapat dicegah dengan pola hidup yang sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Jika Anda memerlukan konsultasi lebih lanjut atau bantuan untuk mendapatkan perawatan yang tepat, Kavacare siap membantu Anda untuk mendapatkan janji temu di rumah sakit dengan dokter jantung terbaik. Jangan tunda untuk merawat kesehatan jantung Anda. Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777.
Sumber:
- Heart attack – Symptoms and causes – Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/symptoms-causes/syc-20373106. Diakses pada 29 November 2024.
- Heart attack – NHS. https://www.nhs.uk/conditions/heart-attack/.Diakses pada 29 November 2024.
- Heart attack – MedlinePlus Medical Encyclopedia. https://medlineplus.gov/ency/article/000195.htm#:~:text=Most%20heart%20attacks%20are%20caused,for%20this%20is%20myocardial%20infarction.Diakses pada 29 November 2024.
- Heart Attack: What Is It, Symtoms & Treatment – Cleve and Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16818-heart-attack-myocardial-infarction.Diakses pada 29 November 2024.
- Heart Attack Symptoms, Risk, and Recovery – cdc.gov. https://www.cdc.gov/heartdisease/heart_attack.htm. Diakses pada 31 Agustus 2022.
- Heart attack – causes, treatment & recovery – British Healthy Foundation. https://www.bhf.org.uk/informationsupport/conditions/heart-attack. Diakses pada 29 November 2024.
- Heart Attack: Symptoms, Causes, Treatment, and Prevention – WebMd. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/heart-disease-heart-attacks. Diakses pada 24 November 2024.